Melayani dengan senyum

Pada usaha yang bergerak dibidang jasa, pelayanan pada pelanggan menduduki tempat yang sangat penting. Banyak usaha yang dimulai dari menentukan siapa calon pelanggannya, jenisnya, kekuatan ekonominya seperti apa. Setelah menentukan target pelanggannya siapa, baru ditentukan jasa seperti apa yang akan dijual pada pelanggan tersebut.

Pernahkan anda merasakan, bahwa anda selalu datang ke suatu tempat, hanya karena pelayanannya memuaskan. Belum tentu perusahaan tadi tak melakukan kesalahan, namun mereka terbuka menerima keluhan, dan selalu segera mencarikan jalan keluarnya. Dan walaupun harga di perusahaan lain lebih murah, dengan pelayanan yang seadanya, membuat anda tidak ingin datang lagi ke perusahaan tersebut. Disadari, bahwa bagian terdepan dari ujung tombak pemasaran adalah pelayanan terhadap pelanggan, karena pelanggan yang puas akan menceritakan kepada orang lain, dan selalu datang kembali.

Untuk program pelatihan bagi orang yang berada di Front Office (FO), TelllerMarketing dsb nya, inti daripada melayani pelanggan sebetulnya adalah:

  • Senyum
  • Ucapan terimakasih, dan kata maaf

Begitu sederhanakah? Tentu saja tak sesederhana itu, namun dalam menghadapi pelanggan, maka hal penting yang mudah diingat adalah memberikan senyum. Kemudian segera meminta maaf bila terjadi hal yang membuat pelanggan tak nyaman, walaupun kadang kesalahan di pihak pelanggan, dan jangan lupa ucapkan terimakasih karena telah menjadi pelanggan kita.

Agar pelanggan selalu datang kembali, maka kita perlu menjadi tuan rumah yang menyenangkan, menerima tamu (pelanggan) dengan bahasa tubuh yang membuat tamu merasa diterima dengan senang hati. Mengapa kita perlu melatih bahasa tubuh? Fakta komunikasi : Words 7%, Voice 38% dan Look/action 55 % (Dr. Albert MeridianUCLA Professor10 year study of non verbal communication).

Agar tamu merasa senang, tuan rumah harus berpakaian bersih, rapih, serta enak dipandang mata. Karena betapapun kita ramah terhadap tamu, namun dengan pakaian dan penampilan seenaknya, tamu akan merasa kurang dihargai. Informasi, atau hasil percakapan akan masuk ke otak manusia melalui lima panca indera, yaitu penglihatan 85 persen, pendengaran 10 persen, sedang indera lainnya (perabaan, perasa dan penciuman) 5 persen.

Apa yang dimaksud dengan bahasa tubuh?

  • Sikap badan (Posture)
  • Gerak isyarat (Gesture)
  • Raut wajah (Facial Expression)
  • Tatap mata (Eye contact)
  • Tekanan suara (Tone of Voice)
  • Jarak berbicara/kedekatan (Proximity)

Bahasa tubuh harus sesuai dengan ucapan, agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Agar terjadi kesesuaian antara bahasa tubuh dengan ucapan dan tindakan, maka tuan rumah pada saat melayani tamu harus melakukan tindakan yang positif, antara lain:

  • Senyum
  • Ekspresi yang menunjukkan ketertarikan
  • Tatapan mata yang hangat dan bersahabat
  • Volume suara, intonasi suara dan kecepatan berbicara yang sesuai
  • Sikap tubuh yang terbuka
  • Tangan dan lengan mendukung apa yang sedang dibicarakan.

Jadi, apa inti melayani pelanggan dengan senyum? Melayani dengan senyum adalah melayani dengan selalu tersenyum, dan perhatikan bahasa tubuh agar tetap bersikap positif, serta sesuai dengan kata-kata yang sedang diucapkan.

Tip yang harus diingat dalam melayani pelanggan:

  1. Selalu tersenyum, dan lakukan kontak mata dengan pelanggan
  2. Gunakan postur tubuh untuk menunjukkan bahwa anda tanggap, rileks dan merasa nyaman
  3. Gunakan gerak tangan untuk mendukung apa yang anda katakan, dan tunjukkan bahwa anda adalah seorang komunikator yang terbuka
  4. Penampilan diri secara keseluruhan (pakaian, tata rias, kebersihan dan kerapihan) adalah bagian dari informasi yang anda kirimkan. Jadi pastikan penampilan diri anda telah dalam kondisi prima.

Sumber : edratna.wordpress.com

Image : http://benhbachbienphacochi.blogspot.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

kartal Escort grup porno Porno Resim Maltepe Escort porno istanbul Escort

dizi izle