10 Mindset Sales Superstar

Para  Salesman  lebih dari  sepuluh tahun terakhir perlu melakukan  perubahan secara radikal  dalam  hal  paradigma  berpikirnya.   Yaitu bagaimana cara mereka memandang dunia penjualan yang semakin ketat, dan kompetisi yang  semakin dahsyat  di masa kini. Dengan demikian efektivitas menjadi milik setiap insan yang mempercayainya.  Gaya  penjualan door to door, menjual tanpa memperhatikan biaya,  atau  berbicara dengan cepat kepada pelanggan – cara seperti ini TIDAK akan membawanya menjadi “Sales Superstars”.

Dibawah ini ada 10 pola pikir dari tiga  Sales Superstar (Allan Domb, Marc Mc Ever, dan John Leahy), yang perlu Anda ketahui:

Pertama,  para Sales Superstar menekankan betapa pentingnya hubungan dengan pelanggan.  Sehingga relasi merupakan hal mutlak dilakukan sebelum transaksi penjualqan, maupun paska penjualan. Karena hal inilah yang menjadikan penjualan berlipat ganda, karena referensi yang diberikan dari para pelanggannya.

Kedua,  Sales Superstar bukan berpusat pada menjual produk,  melainkan  pada solusi. Karena pada hakekatnya pelanggan membeli produk karena adanya suatu masalah yang harus dipecahkan. Oleh karena itu solusi adalah hal mutlak yang selalu menjadi bagian dalam proses  bekerja. Solusi akan diperoleh melalui kreativitas dan fleksibilitas.

Ketiga, Pelanggan mengasosiasikan bahwa para Salesman itu bukanlah pengganggu,  pengancam,  tidak  bertindak terlalu agresif dan terkesan memaksa, sehingga pelanggan betul-betul   menikmati  hubungan bisnis.

Ke-empat, Para Sales Superstar merupakan sosok orang-orang yang energik, optimisme tinggi  dan betul-betul mencintai profesinya,  sehingga mereka tetap memperoleh kepuasan tak terhingga dari setiap transaksi penjualan, tanpa memperhitungkan  nlai  yang diperolehnya.

Kelima, Sales Superstar memiliki prinsip, bahwa apa yang dilakukan adalah merupakan inisiatifnya, bukan paksaan  dari pimpinan. Serta memiliki prinsip bahwa sukses sangat tergantung pada dirinya sendiri, bukan karena orang lain !

Keenam, berakhirnya tugas sebagai seorang Sales Person bukanlah ditentukan oleh jam kantor resmi. Jam kerja dari Sales person adalah seberapa lama dapat berinteraksi dengan para pelanggannya, sehingga semakin lama waktu  bersama para pelanggan  maka potensi penjualan pun akan semakin besar dan sukses pun lebih mudah diraih.  Inilah harga yang harus dibayar untuk sebuah sukses , dengan etos kerja yang berbeda dari kebanyakan orang lain.

Ketujuh,   Sales Persons yang bermental juara selalu akan melakukan intropeksi diri  di dalam setiap perbedaan sasaran yang ingin dicapai. Maka  tujuan utama dari hidupnya adalah Visi dan misi, yang  akan di evaluasi  untuk mengetahui perkembangan yang telah dilakukannya.

Kedelapan,   Jiwa Sales Superstar adalah bermental Pantang mundur , namun tetap menjaga  agar dirinya tidak mendapatkan stempel pengganggu bagi pelanggannya.

Kesembilan,  Perencanaannya 50% menuju  sukses. Etos kerja seperti inilah yang selalu dipegang teguh sebelum menemui para pelangganya. Sehingga setiap pertemuan selalu diawali dengqan rencana yang matang, persiapan yang baik dan dukungan data serta informasi yang lengkap.

Kesepuluh,  Sales Superstar memiliki integritas dan dedikasi yang unggul, sehingga seorang Sales Superstar  enggan untuk menonjolkan diri atau merasa  sebagai  jagoan. Sifat  ini yang menjadikan  dirinya selalu sebagai anggota Tim yang sangat disenangi, dan dapat diterima  keberadaanya.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

kartal Escort grup porno Porno Resim Maltepe Escort porno istanbul Escort

dizi izle